You are currently viewing Malaysia akan segera mengajukan banding setelah menerima laporan larangan penuh FIFA: Kronologi lengkap

Malaysia akan segera mengajukan banding setelah menerima laporan larangan penuh FIFA: Kronologi lengkap

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah menyatakan niatnya untuk mengajukan banding resmi segera setelah menerima putusan tertulis lengkap dari FIFA atas skorsing tujuh pemain yang diduga memperoleh kewarganegaraan secara ilegal melalui penggunaan dokumen palsu.

Putusan FIFA—yang awalnya dirilis pada 25 September—memberikan sanksi larangan bermain selama 12 bulan dan denda sebesar 2.000 franc Swiss kepada Gabriel Palmero, Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Hector Hevel, dan Jon Irazábal. FIFA juga menjatuhkan sanksi finansial sebesar 350.000 franc Swiss kepada Gabriel Palmero, Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Hector Hevel, dan Jon Irazábal.

Sesuai dengan hak mereka, FAM meminta laporan disiplin yang terperinci—yang dirilis FIFA pada Senin malam—yang merinci bagaimana ketujuh pemain tersebut baru memenuhi syarat untuk mewakili Harimau Malaya karena dokumen ilegal yang menyatakan bahwa mereka masing-masing memiliki kakek/nenek yang lahir di berbagai negara bagian Malaysia.

Investigasi FIFA menemukan bahwa anggota keluarga yang dimaksud justru berasal dari Spanyol, Argentina, Brasil, dan Belanda.

Setelah menerima laporan lengkap dari FIFA, FAM segera mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka akan mengajukan banding — dan bahwa semua dokumen pendukung yang mungkin digunakan sudah siap untuk diserahkan.

Dengan dirilisnya laporan lengkap FIFA, gambaran yang lebih jelas telah muncul seputar saga yang mengancam akan mengacaukan sepak bola Malaysia.

MARET
20 Maret:

FAM mengajukan pertanyaan kepada FIFA terkait kelayakan Hevel untuk bermain untuk Malaysia, dengan akta kelahiran pendukung yang menyatakan bahwa kakeknya lahir di Selat Malaka pada 3 Februari 1933.

FAM mengajukan pertanyaan kepada FIFA terkait kelayakan Palmero untuk bermain untuk Malaysia, dengan akta kelahiran pendukung yang menyatakan bahwa neneknya lahir di Malaka pada 17 Mei 1956.

24 Maret:

FIFA mengirimkan surat kepada FAM terkait kasus Hevel, yang — antara lain — tampaknya memenuhi syarat untuk bermain untuk Malaysia berdasarkan informasi yang diberikan.

JUNI
6 Juni:

FAM mengajukan pertanyaan kepada FIFA terkait kelayakan Garcés untuk bermain untuk Malaysia, dengan akta kelahiran pendukung yang menyatakan bahwa kakeknya lahir di Penang pada 29 Mei 1930.

FAM mengajukan pertanyaan kepada FIFA terkait kelayakan Holgado untuk bermain untuk Malaysia, dengan akta kelahiran pendukung yang menyatakan bahwa kakeknya lahir di George Town pada 27 Juli 1932.

FAM mengajukan pertanyaan kepada FIFA terkait kelayakan Machuca untuk bermain untuk Malaysia, dengan akta kelahiran pendukung yang menyatakan bahwa neneknya lahir di Penang pada 16 Agustus 1954.

FIFA mengirimkan surat kepada FAM terkait kasus Machuca, yang — antara lain — tampaknya memenuhi syarat untuk bermain untuk Malaysia berdasarkan informasi yang diberikan.

FAM mengajukan pertanyaan kepada FIFA terkait kelayakan Figueiredo untuk bermain untuk Malaysia, dengan akta kelahiran pendukung yang menyatakan bahwa neneknya lahir di Johor pada 26 September 1931.

FAM mengajukan pertanyaan kepada FIFA terkait kelayakan Irazábal untuk bermain untuk Malaysia, dengan akta kelahiran pendukung yang menyatakan bahwa neneknya lahir di Kuching pada 24 Februari 1928.

FIFA mengirimkan surat kepada FAM terkait kasus Irazábal, yang — antara lain — tampaknya memenuhi syarat untuk bermain untuk Malaysia berdasarkan informasi yang diberikan.

9 Juni:

FIFA mengirimkan surat kepada FAM terkait kasus Palmero, yang — antara lain — tampaknya memenuhi syarat untuk bermain untuk Malaysia berdasarkan informasi yang diberikan.

FIFA mengirimkan surat kepada FAM terkait kasus Garcés, yang — antara lain — tampaknya memenuhi syarat untuk bermain untuk Malaysia berdasarkan informasi yang diberikan.

FIFA mengirimkan surat kepada FAM terkait kasus Holgado, yang — antara lain — tampaknya memenuhi syarat untuk bermain untuk Malaysia berdasarkan informasi yang diberikan.

FIFA mengirimkan surat kepada FAM terkait kasus Figueiredo, yang — antara lain — tampaknya memenuhi syarat untuk bermain untuk Malaysia berdasarkan informasi yang diberikan.

10 Juni:

Ketujuh pemain tampil dalam kemenangan 4-0 Malaysia atas Vietnam di kualifikasi Piala Asia AFC, dengan Figueiredo dan Holgado masing-masing mencetak gol pada menit ke-49 dan ke-59.

11 Juni:

FIFA menerima pengaduan resmi terkait kelayakan Palmero, Holgado, Machuca, Irazábal, dan Hevel. Pengadu menyatakan “alasan untuk meyakini bahwa beberapa pemain kelahiran luar negeri tidak memenuhi syarat untuk mewakili tim nasional sepak bola Malaysia”, dengan alasan bahwa “proses naturalisasi dan debut internasional mereka terjadi dalam jangka waktu yang dipertanyakan”. Sekretariat komite disiplin FIFA segera membuka penyelidikan, dengan temuan-temuan berikutnya yang cukup bagi sekretariat untuk merasa yakin bahwa dokumen-dokumen palsu telah digunakan.

AGUSTUS
22 Agustus

Proses disiplin dibuka terhadap FAM dan para pemain.

SEPTEMBER
22 September:

FAM dan para pemain menyampaikan sikap mereka.

Sekretariat memberi tahu FAM dan para pemain bahwa kasus mereka telah dirujuk ke komite disiplin untuk keputusan resmi, yang akan dibuat pada 25 September.

25 September:

FIFA memutuskan bahwa FAM dan para pemain telah melanggar Pasal 22 kode disiplin FIFA “karena telah menggunakan dokumen palsu dan/atau memalsukan dalam proses FIFA”. FAM menggunakan haknya untuk meminta laporan terperinci.

OKTOBER
6 Oktober:

FIFA menerbitkan laporan disiplin lengkap. Tak lama kemudian, FAM mengumumkan niatnya untuk mengajukan banding resmi.

Leave a Reply